Halo Jakarta – Manchester City sedang menjalani musim yang benar-benar bikin pusing. Tim asuhan Pep Guardiola kini tertinggal cukup jauh dari puncak klasemen Premier League 2025/2026. Yang paling menyakitkan: mereka sudah kehilangan 13 poin dari posisi unggul yang seharusnya mereka pegang erat-erat.
Kalau City bisa mempertahankan poin-poin tersebut, saat ini mereka seharusnya memimpin klasemen dengan selisih yang nyaman. Tapi kenyataannya, poin-poin itu lenyap gara-gara serangkaian hasil yang mengecewakan. Kini City berada di posisi ketiga atau keempat (tergantung hasil laga pekan ini), dan jarak dengan pemuncak klasemen semakin lebar.
Dari Mana 13 Poin Itu Hilang?
Mari kita hitung satu per satu sumber kehilangan poin yang sebenarnya bisa dihindari:mana
- Imbang sia-sia lawan tim papan tengah City bermain imbang melawan Brighton, Crystal Palace, dan Everton. Ketiga laga itu seharusnya bisa dimenangkan. Total: 5 poin lenyap.
- Kalah mengejutkan di kandang sendiri Kekalahan 1-2 dari Newcastle United di Etihad Stadium jadi pukulan telak. City seharusnya mengamankan 3 poin penuh. 3 poin hilang.
- Imbang di laga besar kandang City bermain imbang melawan Arsenal dan Liverpool di Etihad. Dua big match ini setidaknya bisa diambil 4 poin (menang satu, imbang satu). 4 poin hilang.
- Kalah di laga tandang krusial Kekalahan dari Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium membuat City kehilangan 3 poin lagi.
Totalnya 15 poin seharusnya bisa dikantongi dari laga-laga tersebut. Tapi karena berbagai faktor (cedera, blunder individu, kurang fokus, atau keputusan wasit kontroversial), City hanya meraih 2 poin. Akhirnya 13 poin menguap – angka yang sangat fatal di liga seketat Premier League.
Pep Guardiola: “Kami Harus Segera Bangkit”
Pelatih asal Spanyol ini mengakui timnya sedang berada di bawah tekanan berat.
“Kami kehilangan poin-poin yang seharusnya bisa kami raih. Ini bukan soal nasib buruk, tapi soal eksekusi di lapangan. Kami harus segera bangkit dan kembali ke performa terbaik,” ujar Guardiola dalam konferensi pers terbaru.
Cedera pemain kunci seperti Erling Haaland dan Kevin De Bruyne membuat lini serang kurang tajam. Lini belakang juga sering kebobolan gol di menit-menit akhir. Kombinasi semua itu membuat City kehilangan momentum yang seharusnya mereka pegang sejak awal musim.
Posisi Klasemen Saat Ini & Peluang Juara
Dengan 13 poin hilang, City kini tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen. Arsenal atau Liverpool (tergantung hasil pekan ini) memimpin dengan selisih 8–10 poin. City berada di peringkat 3 atau 4 dengan jumlah laga yang sama.
Untuk kembali ke jalur juara, City harus:
- Menang di hampir semua laga sisa musim.
- Berharap pemuncak klasemen tersandung minimal 3–4 kali.
- Mengembalikan performa terbaik di laga-laga besar.
Jika tidak, musim ini bisa menjadi musim pertama City gagal juara dalam tujuh tahun terakhir – catatan terburuk di era Pep Guardiola.
Fans City Masih Percaya – Tapi Tekanan Semakin Berat
Bobotoh City tetap optimis meski situasi terlihat sulit. Banyak suporter yang percaya tim ini punya pengalaman bangkit dari posisi tertinggal. Namun, satu kekalahan lagi bisa membuat mimpi juara semakin jauh.
Apakah City masih punya peluang juara? Atau musim ini akan jadi akhir dominasi mereka di Premier League? Bagikan prediksi dan dukungan Anda di kolom komentar – ayo kita pantau bersama perjuangan The Citizens sampai akhir musim!




