Halo Jakarta – Kabar kematian Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho mengguncang Meksiko. Pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG) ini tewas dalam operasi militer pada 22 Februari 2026. Setelah kematiannya, kekerasan langsung meledak di delapan negara bagian.
Warga membakar mobil, memblokir jalan raya, dan menyerang aparat. Puluhan orang tewas dalam insiden tersebut. Militer pun mengerahkan ribuan prajurit untuk mengendalikan situasi. Mengapa satu kematian bisa memicu kekacauan sebesar ini? Jawabannya terletak pada kekuatan kartel narkoba.
Kronologi Kematian El Mencho
El Mencho menjadi target utama FBI dengan hadiah US$10 juta. Ia tewas setelah terluka parah dalam baku tembak di Tapalpa, Jalisco. Militer membawanya ke Mexico City untuk perawatan, namun nyawanya tidak tertolong.
CJNG langsung bereaksi keras. Anggota kartel membalas dengan serangan balik di berbagai kota. Mereka membakar kendaraan dan memblokir akses jalan utama. Situasi ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kartel di wilayah tertentu.
Apa Itu Kartel? Definisi dan Karakteristiknya
Dalam ekonomi, kartel adalah gabungan perusahaan yang mengendalikan produksi dan harga. Contohnya adalah OPEC yang mengatur pasokan minyak dunia.
Namun, kartel narkoba memiliki makna berbeda. Kartel narkoba Meksiko adalah organisasi kriminal terstruktur. Mereka menguasai wilayah luas seperti negara kecil. Selain itu, mereka memiliki pasukan bersenjata, jaringan korupsi, dan bisnis ilegal yang sangat beragam.
Kartel ini tidak hanya menjual narkoba. Mereka juga melakukan pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, dan pencucian uang. Dengan demikian, kartel beroperasi seperti perusahaan multinasional kriminal.
Sejarah Singkat Kartel Narkoba Meksiko
Kartel narkoba Meksiko mulai kuat pada tahun 1980-an. Saat itu, Guadalajara Cartel mendominasi perdagangan kokain ke Amerika Serikat. Setelah pemimpinnya tewas pada 1989, kartel besar pecah menjadi beberapa faksi.
Faksi-faksi utama meliputi Sinaloa, Tijuana, Juárez, Gulf, dan CJNG. CJNG sendiri muncul sekitar tahun 2010 di bawah kepemimpinan El Mencho. Kartel ini terkenal karena kekejamannya dan produksi fentanil dalam skala besar.
Perang narkoba sejak 2006 telah menewaskan lebih dari 400.000 orang. Kekerasan ini terus berlanjut hingga sekarang.
Mengapa Kematian El Mencho Begitu Berpengaruh?
CJNG menguasai Jalisco dan beberapa wilayah strategis. Kematian pemimpinnya memicu dua hal utama. Pertama, anggota kartel membalas dendam terhadap pemerintah. Kedua, perebutan kekuasaan internal mulai terjadi.
Selain itu, kartel ingin menunjukkan kekuatan kepada rival dan masyarakat. Oleh karena itu, mereka melakukan serangan terkoordinasi di banyak kota. Situasi ini menunjukkan bahwa kartel tidak hanya mengendalikan perdagangan narkoba. Mereka juga mengendalikan ketakutan dan kekuasaan di wilayah tertentu.
Dampak dan Pelajaran dari Kejadian Ini
Kematian El Mencho tidak melemahkan kartel secara instan. Justru, kekerasan meningkat tajam setelah kejadian tersebut. Hal ini menunjukkan betapa dalamnya akar masalah kartel di Meksiko.
Korupsi sistemik, kemiskinan, dan ketergantungan ekonomi pada bisnis ilegal memperkuat posisi kartel. Pemerintah kesulitan memberantas mereka sepenuhnya. Dengan demikian, kematian satu pemimpin sering kali memicu konflik baru, bukan penyelesaian.
Kasus ini menjadi pengingat penting. Kartel bukan sekadar masalah narkoba. Mereka adalah ancaman terhadap keamanan nasional dan stabilitas sosial.
Apakah kematian El Mencho akan mengakhiri kekerasan CJNG? Atau justru memicu perang suksesi yang lebih brutal? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Isu ini memengaruhi tidak hanya Meksiko, tetapi juga perdagangan narkoba global.




