Halo Jakarta – Kebiasaan anak muda di Indonesia yang semakin sulit lepas dari smartphone kini mulai merembet ke jalan raya. Banyak di antara mereka kedapatan menyetir sambil membuka TikTok, scroll Instagram, menonton video, hingga melakukan live streaming. Fenomena ini bukan lagi hal yang jarang terjadi dan menjadi perhatian serius karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lain.
Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa distraksi saat berkendara semakin meningkat. Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mencatat bahwa pada tahun 2023 saja, distraksi saat berkendara menyebabkan 3.275 kematian dan lebih dari 300 ribu kasus cedera. Meski angka di Indonesia belum ada data resmi yang rinci, tren serupa terlihat jelas di jalan-jalan kota besar.
Mengapa Fenomena Nyetir Sambil TikTok-an Semakin Marak
Anak muda saat ini tumbuh di era di mana media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kebutuhan untuk terus terhubung, mendapatkan validasi, dan menciptakan konten membuat banyak pengemudi muda sulit melepaskan ponsel mereka meski sedang mengemudi.
Charlie Klauer, profesor asosiasi di Virginia Tech, mengamati bahwa perilaku ini sudah berubah drastis. Dulu, distraksi utama hanya telepon atau SMS. Kini, pengemudi muda lebih sering browsing, menonton video pendek, hingga live streaming. Aplikasi seperti TikTok, Instagram, dan Snapchat menjadi penyumbang utama.
“Orang-orang semakin sering berinteraksi dengan ponsel mereka saat berkendara,” ujar Klauer. “Perkembangannya sudah beralih dari sekadar mengirim pesan menjadi browsing, melihat-lihat, hingga menonton, yang sekarang sering kami temui.”
Joel Feldman, seorang aktivis keselamatan lalu lintas yang rutin memberikan edukasi kepada pelajar, juga mengamati hal yang sama. Ia mengatakan bahwa anak-anak kini terbuka mengakui kebiasaan mereka.
“Saya berbicara dengan anak-anak, dan mereka mengatakan bahwa mereka sempat melihat sekilas video TikTok saat berkendara,” kata Feldman. “Hal seperti itu tidak saya dengar lima tahun lalu.”
Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Ini
Menyetir sambil menggunakan ponsel, termasuk buka TikTok, dapat mengurangi konsentrasi pengemudi hingga 50 persen atau lebih. Waktu reaksi menjadi lebih lambat, penglihatan terfokus pada layar, dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar berkurang drastis.
Data NHTSA menunjukkan bahwa pengemudi usia 15 hingga 20 tahun menjadi penyumbang terbesar kecelakaan fatal akibat distraksi. Angka ini masih tinggi hingga awal usia 20-an. Bahkan, kini mulai muncul kasus kecelakaan yang disebabkan oleh aktivitas membuat konten saat berkendara.
Contoh nyata di luar negeri:
- Dua streamer di Atlanta melakukan siaran langsung sambil ngebut dengan mobil mewah.
- Seorang wanita di California menabrak pejalan kaki saat sedang live di TikTok.
- Seorang pengemudi di AS menabrak mobil polisi karena menonton YouTube.
Di Indonesia, meski belum ada data resmi nasional, kasus serupa sering terlihat di jalan tol dan arteri kota besar. Banyak video viral di media sosial menunjukkan pengemudi muda yang fokus pada layar ponsel sambil mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Aturan Hukum yang Sudah Ada dan Celahnya
Di banyak negara bagian AS, sudah ada aturan ketat yang melarang penggunaan ponsel genggam saat berkendara. Namun, celah masih ada, terutama penggunaan layar infotainment mobil atau perangkat tambahan yang memungkinkan aktivitas media sosial tetap berjalan.
Di Indonesia, Undang-Undang Lalu Lintas juga melarang penggunaan ponsel saat mengemudi. Namun, penegakan hukum masih perlu ditingkatkan, terutama di era media sosial yang semakin masif.
Tips Keselamatan Berkendara yang Harus Diterapkan
Untuk mengurangi risiko, berikut beberapa tips penting yang bisa diterapkan:
- Matikan notifikasi ponsel sebelum berkendara
- Gunakan hands-free atau voice command jika memang harus mengecek sesuatu
- Pasang ponsel di holder yang mudah dilihat tanpa harus menunduk
- Minta penumpang yang membantu mengoperasikan ponsel
- Hindari live streaming atau membuat konten saat mengemudi
- Berhenti di tempat aman jika memang harus menggunakan ponsel
Orang tua dan komunitas juga memiliki peran penting untuk memberikan edukasi kepada anak muda tentang bahaya distraksi saat berkendara.
Peran Pemerintah dan Penegak Hukum
Pemerintah dan kepolisian perlu terus melakukan sosialisasi masif dan penegakan hukum yang lebih tegas. Selain itu, pabrikan mobil juga dapat membantu dengan fitur yang membatasi penggunaan layar saat kendaraan bergerak.
Program keselamatan lalu lintas di sekolah dan kampus juga harus ditingkatkan agar generasi muda lebih sadar akan risiko yang mereka hadapi.
Kesimpulan dan Ajakan Bertindak
Kebiasaan anak muda menyetir sambil buka TikTok atau media sosial lainnya adalah tren yang sangat berbahaya. Meski terlihat sepele, distraksi ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa di berbagai negara. Di Indonesia, kita harus cegah sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga pemerintah, semua pihak harus berperan aktif. Jangan biarkan media sosial mengorbankan nyawa di jalan raya.
Apakah Anda pernah melihat atau mengalami kejadian pengemudi yang sibuk dengan TikTok saat berkendara? Bagaimana cara terbaik menurut Anda untuk mengurangi kebiasaan berbahaya ini? Bagikan pengalaman dan saran Anda di kolom komentar di bawah!




