Israel & AS Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran: Ayatollah Ali Khamenei Diamankan

Israel & AS Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran: Ayatollah Ali Khamenei Diamankan

Halo Jakarta – Ketegangan Timur Tengah meledak! Israel mengumumkan serangan pendahuluan ke Iran pada Sabtu waktu setempat (28 Februari 2026). Saat serangan berlangsung, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sudah dipindahkan ke lokasi aman di luar Tehran. Operasi ini dikoordinasikan ketat dengan Amerika Serikat, dan Presiden AS Donald Trump langsung terlibat dengan ancaman tegas terhadap Garda Revolusi Islam.

Ledakan mengguncang Tehran dan Isfahan – kota-kota strategis Iran. Sambungan seluler dan internet mati total di seluruh negara. Israel menutup sekolah, tempat kerja, dan wilayah udara sipil, sementara sirene berbunyi di seluruh negeri. Ini bukan konflik biasa – ini bisa jadi titik balik perang nuklir yang ditakuti dunia.

Bacaan Lainnya

Kronologi Serangan: Rencana Berbulan-bulan & Koordinasi AS-Israel

Israel melancarkan serangan ini untuk menghilangkan ancaman langsung terhadap keamanannya. Operasi direncanakan selama berbulan-bulan. Selain itu, Israel berkoordinasi dengan AS untuk memilih tanggal pelaksanaan. Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan tujuan jelas.

“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan pada Iran untuk menghilangkan ancaman pada Israel,” kata Katz.

Laporan media Iran menyebut ledakan terdengar di Tehran. Sementara itu, pejabat AS mengonfirmasi serangan tengah berlangsung. Di Israel, sirene berbunyi pukul 08:15 waktu setempat. Militer menutup sekolah dan tempat kerja kecuali sektor penting. Selain itu, mereka melarang penerbangan sipil dan menutup wilayah udara publik. Masyarakat Israel mendapat peringatan untuk tidak pergi ke bandara.

Ancaman Trump & Negosiasi yang Gagal

AS dan Iran sempat memperbarui negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan. Namun, Israel menolak kesepakatan tersebut. Israel menuntut pembongkaran infrastruktur nuklir Iran sepenuhnya. Selain itu, mereka melobi AS untuk membatasi program rudal Iran. Negosiasi gagal karena Iran menolak tuntutan tersebut.

Presiden Trump langsung mengakui keterlibatan AS. Ia menuding Iran membangun program nuklir dan rudal jarak jauh. Ancaman Trump kepada Garda Revolusi Islam sangat tegas.

“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” kata Trump.

Trump juga menyatakan:

“AS akan menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah dan memusnahkan angkatan laut mereka.”

Serangan rudal mengarah ke Tehran dan Isfahan. Karena itu, komunikasi di Iran mati total.

Dampak Global: Risiko Perang Nuklir & Ketegangan Ekonomi

Serangan ini meningkatkan risiko perang nuklir. Iran memiliki program rudal canggih. Selain itu, infrastruktur nuklir mereka menjadi target utama. Dunia khawatir konflik meluas ke negara tetangga seperti Arab Saudi atau Turki.

Dampak ekonomi juga besar. Harga minyak dunia melonjak karena ketegangan di Selat Hormuz. Selain itu, pasar saham global anjlok. Indonesia sebagai importir minyak harus waspada. Karena itu, pemerintah perlu diversifikasi energi untuk mengurangi dampak.

Ayatollah Ali Khamenei tetap aman. Namun, pemimpin tertinggi Iran ini sudah dipindahkan ke lokasi rahasia. Dengan demikian, Iran mungkin merespons dengan serangan balik.

Apa Selanjutnya: Diplomasi atau Eskalasi?

Serangan ini bisa jadi titik balik. AS dan Israel ingin hentikan program nuklir Iran. Namun, Iran menolak tuntutan tersebut. Oleh karena itu, dunia menunggu respons Iran. PBB dan negara-negara besar seperti China dan Rusia kemungkinan turun tangan.

Apakah serangan ini memicu perang besar? Atau diplomasi akhirnya menang? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Isu ini menyangkut stabilitas dunia dan dampaknya bagi Indonesia.

Pos terkait