Halo Jakarta – Aki lithium dan aki konvensional (lead-acid) kini sama-sama banyak dipakai di mobil Indonesia. Keduanya punya kelebihan masing-masing, tapi perbedaannya cukup signifikan—mulai dari berat, umur pakai, harga, hingga cara perawatan. Kompas Otomotif merangkum perbandingan lengkap kedua jenis aki ini berdasarkan spesifikasi teknis, kelebihan, kekurangan, serta rekomendasi penggunaan. Berikut ulasan detail perbedaan aki lithium vs aki konvensional yang perlu kamu ketahui sebelum ganti aki mobil.
Perbedaan Utama Aki Lithium vs Aki Konvensional
| Aspek | Aki Lithium (LiFePO4) | Aki Konvensional (Lead-Acid) |
|---|---|---|
| Berat | Sangat ringan (4–8 kg untuk 50–70 Ah) | Berat (15–25 kg untuk kapasitas sama) |
| Umur Pakai | 8–12 tahun / 2.000–5.000 siklus | 2–5 tahun / 300–700 siklus |
| Kapasitas Nyata | Hampir 100% (bisa discharge dalam hingga 80–90%) | Hanya 50–60% efektif (jangan discharge dalam) |
| Pengisian | Cepat (2–4 jam full charge) | Lambat (6–12 jam full charge) |
| Discharge Rate | Bisa 3C–10C (cocok start-stop & aksesoris berat) | 0.5C–1C (mudah drop saat beban tinggi) |
| Harga (2026) | Rp 3,5–7 juta (tergantung merek & kapasitas) | Rp 800 ribu–2 juta |
| Perawatan | Maintenance-free, tahan getar & suhu ekstrem | Perlu cek air aki, rawan sulfasi & bocor |
| Cocok untuk | Mobil modern, start-stop, off-road, modifikasi | Mobil standar, budget terbatas |
Kelebihan Aki Lithium yang Bikin Banyak Orang Beralih
- Ringan → mengurangi bobot total mobil hingga 15–20 kg (meningkatkan akselerasi & efisiensi BBM)
- Umur jauh lebih panjang → sekali beli bisa 8–10 tahun tanpa ganti
- Tahan deep discharge → tidak rusak meski aki habis total
- Start mesin lebih cepat & stabil di suhu dingin/panas
- Tidak ada risiko asam tumpah atau korosi terminal
- Cocok untuk mobil dengan banyak aksesoris (subwoofer, lampu LED, winch, dll.)
Kekurangan Aki Lithium yang Perlu Diperhatikan
- Harga awal jauh lebih mahal (3–5 kali lipat aki konvensional)
- Tidak semua mobil kompatibel langsung (beberapa perlu penyesuaian BMS atau regulator tegangan)
- Sensitif terhadap overcharge → harus pakai charger khusus lithium
- Tidak semua bengkel umum paham cara servis aki lithium
Kelebihan & Kekurangan Aki Konvensional
Kelebihan:
- Harga murah dan mudah didapat di mana saja
- Cocok untuk mobil standar tanpa modifikasi berat
- Tidak butuh charger khusus
Kekurangan:
- Berat & cepat rusak jika sering deep discharge
- Perlu perawatan rutin (cek air aki, bersihkan terminal)
- Umur pendek di iklim tropis seperti Indonesia
Rekomendasi: Pilih Mana yang Cocok untuk Mobil Kamu?
- Pilih aki lithium jika: kamu punya mobil modern/start-stop, sering pakai aksesoris listrik berat, ingin umur aki panjang, dan siap investasi awal lebih tinggi.
- Tetap pakai aki konvensional jika: budget terbatas, mobil standar tanpa modifikasi, dan tidak keberatan ganti aki setiap 2–4 tahun.
Kesadaran jarak aman berkendara sangat penting! Manajemen ruang yang baik bisa hindari kecelakaan—pelajari aturan 3 detik, tips praktis & dampak nyata di jalan raya Indonesia.
