Honda City Hatchback Resmi Dihentikan Produksi, Akhir Era Hatchback Legendaris Honda di Indonesia

Honda City Hatchback Resmi Dihentikan Produksi

Halo Jakarta – Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan penghentian produksi Honda City Hatchback di Indonesia. Keputusan ini berlaku mulai akhir Februari 2026. Mobil yang sempat digadang-gadang sebagai penerus spiritual Honda Jazz akhirnya pensiun setelah hanya bertahan sekitar empat tahun.

Banyak penggemar hatchback merasa kecewa. City Hatchback menawarkan desain sporty, handling lincah, dan fitur premium. Namun, pasar berubah cepat. Konsumen lebih memilih SUV kecil atau crossover. Oleh karena itu, Honda memutuskan fokus ke segmen yang lebih diminati.

Bacaan Lainnya

Alasan Utama Honda Menghentikan Produksi City Hatchback

Honda memiliki beberapa pertimbangan strategis. Pertama, penjualan hatchback terus menyusut. Kedua, kompetisi sangat ketat. City Hatchback harus bersaing dengan Toyota Yaris Cross, Suzuki Baleno, dan Hyundai i20. Ketiga, Honda mengalihkan fokus ke SUV dan crossover. Model seperti HR-V, BR-V, dan WR-V jauh lebih laris.

Selain itu, biaya produksi menjadi faktor penting. Volume penjualan City Hatchback rendah. Akibatnya, produksi di pabrik Karawang tidak lagi ekonomis. HPM akhirnya memilih menghentikan lini produksi tersebut.

“Kami menghentikan produksi City Hatchback untuk fokus pada model yang lebih diminati pasar, seperti lini SUV dan crossover kami,” ujar pernyataan resmi HPM.

City Hatchback: Penerus Jazz yang Tak Bertahan Lama

Honda meluncurkan City Hatchback pada tahun 2021. Mobil ini hadir sebagai pengganti spiritual Honda Jazz. Banyak orang berharap City Hatchback bisa mengulang kesuksesan Jazz. Jazz terkenal dengan kabin Magic Seat, handling menyenangkan, dan harga terjangkau.

City Hatchback memang mewarisi beberapa keunggulan Jazz. Misalnya, mesin 1.5L i-VTEC bertenaga dan irit. Interior juga luas dengan fitur Honda Sensing pada varian RS. Namun, tren pasar berubah. Konsumen lebih menyukai mobil tinggi dengan ground clearance lebih baik. City Hatchback kalah pamor dibandingkan saudaranya yang lebih tinggi seperti WR-V dan BR-V.

Dampak Penghentian Produksi bagi Pasar Hatchback

Kehilangan City Hatchback membuat segmen hatchback premium semakin sepi. Pesaing seperti Toyota Yaris sudah lama pensiun. Suzuki Baleno kurang laku. Hyundai i20 juga tidak terlalu agresif di pasar. Kini, pilihan hatchback benar-benar terbatas pada model entry-level atau merek China.

Bagi penggemar hatchback Honda, City Hatchback bekas menjadi barang langka. Harga second cenderung stabil atau bahkan naik. Banyak orang menyesal tidak membeli saat masih diproduksi. Honda masih menawarkan WR-V sebagai alternatif. WR-V merupakan turunan City Hatchback dengan body lebih tinggi.

Apa Selanjutnya untuk Honda di Segmen Kompak?

Honda tampaknya tidak akan kembali ke segmen hatchback murni dalam waktu dekat. Mereka fokus pada SUV kompak dan crossover. Model seperti WR-V, HR-V, BR-V, dan Elevate menjadi prioritas utama. Sedan seperti Civic, Accord, dan City tetap dipasarkan. Namun, hatchback murni sudah tidak lagi menjadi andalan.

City Hatchback resmi pensiun. Legacy-nya sebagai “Jazz generasi baru” akan terus dikenang oleh penggemar hatchback di Indonesia.

Sudah punya City Hatchback? Atau menyesal tidak membeli sebelum discontinued? Share cerita dan pengalaman Anda di kolom komentar. Siapa tahu bisa menjadi referensi bagi pemburu hatchback bekas!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *