Hedge Funds Jadi Penjual Terbesar ETF Bitcoin Q4 2025: Setara 25.000 BTC Keluar

Hedge Funds Jadi Penjual Terbesar ETF Bitcoin Q4 2025: Setara 25.000 BTC Keluar

Halo Jakarta – Pasar Bitcoin mengalami pergeseran dramatis di kuartal keempat 2025. Hedge funds dan investment advisors – kelompok yang dulu jadi motor utama inflow ETF – kini berubah menjadi penjual terbesar. Data terbaru dari Bloomberg ETF analyst James Seyffart mengungkap: mereka melepas posisi setara sekitar 25.000 BTC sepanjang Q4 2025.

Angka ini bukan sekadar statistik. Ini sinyal de-risking agresif di tengah volatilitas tinggi, penurunan harga BTC dari puncak 2025, dan perubahan strategi institusi. Brevan Howard, salah satu hedge fund terbesar, bahkan memangkas posisinya di BlackRock’s iShares Bitcoin Trust (IBIT) hingga 86% – jadi penjual terbesar tunggal di kuartal tersebut.

Bacaan Lainnya

Data Kunci: Dominasi Penjualan Hedge Funds

Menurut agregasi 13F filings SEC dan data CF Benchmarks:

  • Alokasi Bitcoin ETF di kalangan hedge fund terbesar turun 28% dari Q3 ke Q4 2025.
  • Total penjualan hedge funds & advisors setara 25.098 BTC (sekitar 25.000 BTC).
  • Brevan Howard memimpin dengan pengurangan masif di IBIT – dari posisi miliaran dolar menjadi hanya ratusan juta.
  • Penjualan ini terjadi saat BTC turun dari level tinggi akhir 2025, memicu profit-taking dan risk adjustment menjelang akhir tahun fiskal.

Penjualan ini tidak mencerminkan pandangan bearish jangka panjang terhadap Bitcoin. Sebaliknya, banyak hedge fund melakukan rebalancing portofolio, mengambil untung dari basis trade (beli spot ETF + short futures) yang dulu sangat menguntungkan tapi kini return-nya merosot ke sekitar 4% per tahun.

Mengapa Hedge Funds Keluar Cepat?

Beberapa faktor utama mendorong aksi jual ini:

  • Profit-taking pasca-rally: Banyak hedge fund masuk besar saat ETF Bitcoin diluncurkan 2024-2025 dan ambil untung saat harga puncak.
  • De-risking akhir tahun: Manajer aset aktif menyesuaikan eksposur menjelang tutup buku, terutama di tengah volatilitas makro (suku bunga, inflasi, geopolitik).
  • Kompresi return basis trade: Strategi populer hedge fund (long spot ETF + short futures) kehilangan edge karena premium futures menipis dan overcrowding posisi.
  • Rotasi portofolio: Beberapa hedge fund beralih ke aset lain seperti gold ETF (yang asetnya capai $407 miliar) atau strategi alternatif.

Meski hedge funds keluar, tidak semua institusi ikut menjual. Contohnya, Emirate of Abu Dhabi justru tambah posisi di IBIT hingga 46% di Q4 2025 – menunjukkan pandangan long-term masih positif di kalangan sovereign wealth funds.

Implikasi untuk Harga Bitcoin & Pasar Kripto 2026

Penjualan hedge funds menciptakan tekanan jual signifikan:

  • Likuiditas ETF menipis → harga BTC lebih rentan terhadap koreksi.
  • Sentimen pasar melemah karena hedge funds sering jadi leading indicator institusi.
  • Outflow net ETF mencapai miliaran dolar di Q4, meski tidak sebesar inflow awal 2025.

Namun, ada sisi positif:

  • Penjualan ini lebih bersifat taktikal daripada fundamental bearish.
  • Institusi long-term (seperti sovereign funds) masih akumulasi.
  • Total aset ETF Bitcoin tetap tinggi (> $50 miliar kumulatif), menunjukkan adopsi institusi belum berbalik total.

Untuk investor retail: periode ini bisa jadi peluang akumulasi jika melihat penurunan harga sebagai koreksi sehat. Tapi waspadai volatilitas – hedge funds yang keluar bisa kembali masuk jika kondisi makro membaik.

Apa yang Harus Dipantau Selanjutnya?

  • Aliran dana ETF di Q1 2026: apakah outflow berlanjut atau berbalik inflow?
  • Perilaku hedge funds di 13F filings berikutnya: apakah mereka rebuild posisi?
  • Harga BTC di support kunci: break down bisa picu panic, rebound bisa tarik kembali institusi.
  • Kebijakan makro AS: suku bunga Fed & regulasi kripto tetap jadi katalis utama.

Penjualan hedge funds Q4 2025 bukan akhir era institusi di Bitcoin – melainkan fase rotasi normal di pasar yang matang. Pertanyaannya: apakah ini akhir rally atau jeda sebelum leg baru? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar – apakah Anda hold, sell, atau akumulasi di tengah aksi jual ini?

Pos terkait