Halo Jakarta – Di tengah koreksi harga Bitcoin yang cukup dalam awal Februari 2026, Michael Saylor kembali menguatkan keyakinan holder dengan pernyataan tegas: MicroStrategy tidak akan menjual satu pun Bitcoin dari portofolio mereka. Bos MicroStrategy ini menegaskan bahwa strategi “HODL forever” tetap menjadi pondasi utama perusahaan, meski harga BTC sempat terjun ke zona USD 58.000–60.000. Pernyataan ini langsung memicu sentimen positif di kalangan investor institusi dan ritel. Berikut detail pernyataan Saylor, konteks strategi MicroStrategy, dampak ke harga BTC & pasar, serta apa artinya bagi holder jangka panjang di tengah tekanan pasar.
Pernyataan Tegas Saylor: “Bitcoin Adalah Aset Strategis, Bukan untuk Dijual”
Dalam wawancara dan postingan di X, Michael Saylor menegaskan:
- “Kami tidak akan menjual Bitcoin. Strategi kami adalah hold forever dan terus akumulasi saat harga turun.”
- “MicroStrategy membeli Bitcoin karena kami percaya ini adalah aset terbaik di dunia untuk menyimpan nilai jangka panjang.”
- “Tekanan harga saat ini hanya noise sementara. Fundamental Bitcoin tetap sangat kuat.”
- “Kami sudah hold lebih dari 250.000 BTC dan akan terus tambah saat pasar memberi kesempatan.”
Pernyataan ini datang tepat saat banyak trader ritel panic sell dan institusi lain mulai profit taking.
Strategi MicroStrategy yang Tak Goyah
MicroStrategy saat ini memegang sekitar 252.220 BTC (data terbaru Februari 2026) dengan nilai rata-rata pembelian ~USD 38.000 per BTC. Strategi utama mereka:
- Terus beli BTC secara rutin melalui convertible notes dan cash flow perusahaan
- Tidak pernah menjual satu pun BTC sejak mulai akumulasi 2020
- Menggunakan BTC sebagai aset treasury utama, menggantikan cash & aset konvensional
- Yield positif dari hold BTC jauh lebih tinggi daripada aset tradisional
Saylor menyebut BTC sebagai “digital gold” dan “aset terbaik untuk era digital”.
Dampak Pernyataan Saylor ke Harga BTC & Sentimen Pasar
- Harga BTC sempat rebound 3–5% setelah pernyataan Saylor viral
- Volume beli di zona USD 58.000–62.000 melonjak, menunjukkan akumulasi whale & institusi
- Likuidasi posisi short meningkat, sementara long mulai bertambah
- Sentimen di komunitas berubah dari fear ke greed ringan dalam 24 jam
Di Indonesia, grup Telegram dan forum lokal ramai: “Kalau Saylor masih hold, kita juga harus hold. Ini dip stage!”
Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek
Analis CryptoQuant: “Pernyataan Saylor sering jadi katalisator rebound lokal. Support kuat di USD 58.000–60.000. Jika bertahan, target rebound USD 80.000–90.000 sangat realistis dalam 4–8 minggu.”
Mike McGlone (Bloomberg): “MicroStrategy tetap menjadi beacon bagi investor institusi. Strategi hold mereka menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin.”
CoinBureau: “Ini bukan FUD, ini sinyal bullish. Saat banyak yang jual panik, Saylor justru hold dan tambah posisi.”
Strategi Investor di Tengah Tekanan Harga Saat Ini
Investor bisa ambil langkah bijak:
- Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA) — beli bertahap di zona USD 58.000–65.000
- Hindari panic sell — kapitulasi ritel sering jadi bottom lokal
- Pindah sebagian ke stablecoin — kurangi eksposur volatilitas jangka pendek
- Pantau inflow ETF & akumulasi whale — sinyal rebound biasanya muncul di sini
- Hold BTC jangka panjang — fundamental tetap sangat kuat
Tekanan harga ini sering jadi kesempatan akumulasi bagi yang sabar.
Harga Tertekan, Saylor Tetap Hold – Strategi yang Bikin Pasar Kagum
Di saat Bitcoin tertekan dan banyak yang panic, Michael Saylor justru menegaskan: “Kami tak akan jual satu Bitcoin pun.” Pernyataan ini bukan sekadar retorika, tapi pengingat bahwa strategi hold jangka panjang MicroStrategy tetap menjadi salah satu narasi paling kuat di dunia kripto.
Saylor tegaskan: tak akan jual Bitcoin meski harga tertekan—strategi MicroStrategy yang bikin pasar kagum!




