Halo Jakarta – Pasar kripto menunjukkan ketahanan kuat pada akhir pekan ini. Meskipun ada perubahan kebijakan perdagangan signifikan di Amerika Serikat, mayoritas aset kripto utama tetap bergerak di zona hijau.
Keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan tarif impor yang dikenakan sebelumnya menjadi salah satu faktor pendorong stabilitas ini. Pasar merespons dengan sikap hati-hati namun positif, menghindari kepanikan massal.
Keputusan Mahkamah Agung AS dan Dampaknya
Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa pemerintah tidak memiliki wewenang untuk mengenakan tarif berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) di masa damai.
Pengadilan menekankan bahwa kekuasaan memungut bea dan pajak berada di tangan Kongres, bukan cabang eksekutif. Tidak ada pemerintahan sebelumnya yang menggunakan undang-undang tersebut untuk tarif berskala besar seperti ini.
Meski demikian, pemerintah menyatakan akan melanjutkan kebijakan tarif melalui mekanisme hukum alternatif, termasuk Pasal 122, 232, dan 301 dari undang-undang perdagangan yang ada.
Keputusan ini mengurangi ketidakpastian ekonomi global. Tarif sebelumnya sering memicu gangguan pada aset berisiko seperti saham dan kripto karena memperketat likuiditas dan mengaburkan prospek ekonomi.
Reaksi Pasar Kripto Saat Ini
Pasar kripto secara keseluruhan tetap stabil. Kapitalisasi pasar global berada di kisaran USD 2,33 triliun (setara sekitar Rp 39.290 triliun dengan kurs USD/IDR 16.860).
Indikator sentimen pasar menunjukkan kehati-hatian, bukan kepanikan. Sebagian besar kripto teratas bergerak moderat di zona hijau pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Bitcoin dan Ethereum memimpin ketahanan ini di antara jajaran utama. Perubahan harga intraday relatif kecil, menandakan pasar mengambil sikap terukur terhadap perkembangan kebijakan perdagangan.
Performa Koin Utama
Bitcoin tetap menjadi sorotan utama. Harga Bitcoin saat ini diperdagangkan mendekati USD 68.165,53.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik tipis 0,02%. Namun, selama sepekan terakhir, harga mengalami penurunan 2,06%.
Ethereum juga menunjukkan penguatan kecil. Harga Ethereum berada di level USD 1.971.
Dalam 24 jam, Ethereum menguat 0,17%. Sepanjang pekan, harga terpangkas 4,98%.
Koin lain seperti XRP dan BNB bergerak moderat tanpa gejolak signifikan. Kondisi ini mencerminkan stabilitas keseluruhan di tengah fluktuasi kebijakan global.
Mengapa Pasar Kripto Tetap Stabil?
Tarif impor secara historis sering mengganggu aset berisiko. Sengketa perdagangan dapat memperketat ekspektasi likuiditas dan menimbulkan ketidakpastian ekonomi.
Pengumuman tarif sebelumnya biasanya memicu aksi jual cepat di pasar global. Kali ini, pelaku pasar kripto tampak lebih tenang.
Keputusan pengadilan mengurangi beban potensial inflasi dan gangguan rantai pasok. Hal ini memberikan ruang bagi aset seperti kripto untuk bertahan atau bahkan menguat secara marginal.
Investor tampaknya menilai bahwa dampak jangka pendek dari pembatalan tarif lebih positif dibandingkan risiko kebijakan baru yang diumumkan.
Pandangan ke Depan untuk Investor Kripto
Stabilitas saat ini menjadi sinyal positif bagi pasar kripto. Meski ada potensi volatilitas dari kebijakan perdagangan alternatif, pasar menunjukkan ketahanan.
Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan kebijakan AS, data ekonomi global, serta sentimen pasar secara keseluruhan.
Kripto sebagai aset berisiko tetap rentan terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter dan geopolitik. Namun, ketahanan di zona hijau ini menunjukkan fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian.
Setiap keputusan investasi harus didasarkan pada analisis mendalam. Pelajari risiko dan peluang sebelum bertransaksi di aset kripto.




