Harga Bitcoin Loyo Tajam! Sentimen Ini Jadi Biang Kerok Utama

Harga Bitcoin Loyo Tajam!

Halo Jakarta – Harga Bitcoin kembali ambruk di awal Februari 2026 setelah sempat bertengger di atas USD 95.000. Pada 1 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, BTC sempat jebol ke level USD 89.200 sebelum rebound tipis ke kisaran USD 91.000–92.000. Koreksi ini memicu likuidasi massal senilai lebih dari USD 520 juta dalam 24 jam terakhir dan membuat altcoin ikut terjun bebas. Berikut penyebab utama penurunan harga Bitcoin, sentimen pasar yang paling dominan, dampak ke altcoin, serta strategi bertahan bagi investor di tengah gejolak ini.

Penyebab Utama Harga Bitcoin Loyo di Awal Februari

Beberapa faktor utama yang memicu koreksi tajam Bitcoin:

Bacaan Lainnya
  • The Fed Tetap Hawkish — Jerome Powell kembali menegaskan inflasi masih “sticky” dan tidak ada urgensi untuk potong suku bunga cepat. Dot plot 2026 hanya proyeksikan 2 kali potong suku bunga
  • Penguatan Dolar AS — Indeks DXY melonjak ke 106,8—level tertinggi dalam 3 bulan terakhir—membuat aset berisiko seperti kripto semakin tertekan
  • Profit Taking Institusi — ETF Bitcoin spot AS catat outflow USD 780 juta dalam 5 hari terakhir setelah inflow besar sepanjang Januari
  • Sentimen Geopolitik — Ketegangan AS-Iran dan ancaman tarif baru Trump terhadap China memicu risk-off global
  • Likuidasi Leverage Massal — Banyak trader over-leverage (20–100x) di Binance, Bybit, dan OKX terkena margin call beruntun

Indeks Fear & Greed Crypto langsung turun dari 68 (Greed) ke 42 (Fear) dalam waktu singkat.

Dampak ke Altcoin & Pasar Kripto Secara Keseluruhan

Altcoin terdampak lebih parah dibandingkan Bitcoin:

  • Ethereum turun 9–11% ke kisaran USD 3.980–4.050
  • Solana anjlok 12–15% ke USD 178–182
  • XRP, Cardano, dan Avalanche masing-masing koreksi 10–18%
  • Memecoin seperti DOGE, SHIB, dan PEPE terjun hingga 20–30%

Total kapitalisasi pasar kripto global menyusut USD 320 miliar dalam 48 jam, dari USD 3,28 triliun menjadi USD 2,96 triliun.

Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek

Analis CryptoQuant menyatakan koreksi ini masih dalam batas wajar bull cycle. “Pasar sedang mencerna keputusan hawkish The Fed. Support kuat ada di USD 88.000–90.000. Jika bertahan, rebound ke USD 100.000–105.000 sangat mungkin dalam 2–4 minggu,” kata analis tersebut.

CoinBureau menambahkan: “Ini bukan awal bear market. Likuidasi besar sering jadi katalisator rebound kuat. Tetap hold BTC & ETH untuk jangka menengah.”

Strategi Bertahan & Peluang di Tengah Koreksi

Investor bisa ambil langkah berikut:

  • Dollar Cost Averaging (DCA) — Tetap beli rutin di level rendah
  • Pindah sebagian ke stablecoin — Kurangi risiko volatilitas jangka pendek
  • Hindari leverage tinggi — Likuidasi massal biasanya terjadi pada posisi over-leveraged
  • Pantau data on-chain — Akumulasi whale masih berlanjut di zona USD 88.000–92.000
  • Hold jangka panjang — Siklus bull pasca-halving biasanya bertahan 12–18 bulan

Koreksi ini bisa jadi kesempatan akumulasi bagi investor yang sabar.

The Fed Hawkish → Bitcoin Loyo, Tapi Bull Run Belum Berakhir

Keputusan The Fed yang tetap hawkish memicu koreksi tajam di pasar kripto. Namun analis sepakat ini masih koreksi sehat dalam bull cycle panjang. Investor disarankan tetap tenang, hindari panic selling, dan gunakan momentum ini untuk akumulasi aset berkualitas.

Bitcoin terpukul usai The Fed tahan suku bunga—koreksi atau kesempatan beli besar?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *