Halo Jakarta – Harga Bitcoin kembali terperosok tajam dan menyentuh level terendah sejak Donald Trump memenangkan pemilu AS pada November 2024. Pada 1 Februari 2026, BTC sempat jatuh ke kisaran USD 89.000–90.000 sebelum rebound tipis ke USD 91.500. Penurunan ini langsung memicu likuidasi massal senilai lebih dari USD 650 juta dalam 24 jam dan membuat altcoin ikut terjun bebas. Berikut kronologi penurunan, faktor utama yang memicu koreksi, dampak ke seluruh pasar kripto, serta pandangan analis tentang apakah ini hanya koreksi sementara atau awal tren bear baru.
Kronologi Penurunan Harga Bitcoin Pasca-Kemenangan Trump
Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:
- Akhir Januari 2026: BTC masih bertahan di atas USD 98.000–100.000
- 29–30 Januari: tekanan jual meningkat setelah The Fed kembali hawkish
- 31 Januari malam: jebol support USD 95.000
- 1 Februari pagi: anjlok hingga USD 89.200 (terendah sejak November 2024)
- Likuidasi leverage mencapai USD 650 juta (CoinGlass), mayoritas dari posisi long
Ini menjadi koreksi terdalam Bitcoin sejak euforia pasca-kemenangan Trump yang sempat membawa harga melesat ke atas USD 108.000.
Faktor Utama yang Memukul Harga Bitcoin
Beberapa pemicu utama koreksi kali ini:
- The Fed Tetap Hawkish — Jerome Powell menegaskan inflasi masih “sticky” dan hanya ada ruang untuk 2 kali potong suku bunga di 2026
- Penguatan Dolar AS — Indeks DXY melonjak ke 107,1—level tertinggi dalam 4 bulan—membuat aset berisiko seperti kripto semakin tertekan
- Profit Taking Massal — Institusi dan whale ambil untung setelah rally besar pasca-pemilu Trump
- Outflow ETF Bitcoin Spot — ETF AS catat outflow USD 920 juta dalam seminggu terakhir
- Sentimen Geopolitik — Ketegangan AS-Iran dan ancaman tarif baru Trump terhadap China memicu risk-off global
Indeks Fear & Greed Crypto langsung jatuh ke zona 35 (Extreme Fear) — level terendah sejak akhir 2025.
Dampak ke Altcoin & Pasar Kripto Secara Keseluruhan
Altcoin terpukul lebih keras dibandingkan Bitcoin:
- Ethereum turun 10–13% ke kisaran USD 3.800–3.900
- Solana anjlok 14–18% ke USD 170–175
- XRP, Cardano, dan Avalanche masing-masing koreksi 12–20%
- Memecoin seperti DOGE, SHIB, dan PEPE terjun hingga 25–35%
Total kapitalisasi pasar kripto global menyusut USD 380 miliar dalam 72 jam, dari USD 3,25 triliun menjadi USD 2,87 triliun.
Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek
Analis CryptoQuant menilai koreksi ini masih dalam batas wajar bull cycle. “Pasar sedang mencerna sinyal hawkish The Fed. Support kuat ada di USD 85.000–88.000. Jika bertahan, rebound ke USD 100.000–105.000 sangat mungkin dalam 3–6 minggu,” kata analis tersebut.
CoinBureau menambahkan: “Ini bukan awal bear market. Likuidasi besar sering jadi katalisator rebound kuat. Tetap hold BTC & ETH untuk jangka menengah-panjang.”
Strategi Bertahan & Peluang di Tengah Koreksi
Investor bisa ambil langkah berikut:
- Dollar Cost Averaging (DCA) — Tetap beli rutin di level rendah
- Pindah sebagian ke stablecoin — Kurangi risiko volatilitas jangka pendek
- Hindari leverage tinggi — Likuidasi massal biasanya terjadi pada posisi over-leveraged
- Pantau data on-chain — Akumulasi whale masih berlanjut di zona USD 88.000–92.000
- Hold jangka panjang — Siklus bull pasca-halving biasanya bertahan 12–18 bulan
Koreksi ini bisa jadi kesempatan akumulasi bagi investor yang sabar.
Bitcoin Loyo Pasca The Fed – Koreksi atau Awal Tren Bear?
Keputusan The Fed yang tetap hawkish memicu koreksi tajam di pasar kripto. Namun analis sepakat ini masih koreksi sehat dalam bull cycle panjang. Investor disarankan tetap tenang, hindari panic selling, dan gunakan momentum ini untuk akumulasi aset berkualitas.
Bitcoin terpukul karena The Fed tahan suku bunga—koreksi atau kesempatan beli besar?




