Halo Jakarta – Binance secara resmi mengumumkan listing RLUSD, stablecoin yang diterbitkan oleh Ripple Labs, pada jaringan XRP Ledger (XRPL). Pengumuman ini muncul pada 10 Februari 2026 dan langsung memicu antusiasme besar di kalangan komunitas kripto global serta Indonesia. Dengan listing RLUSD, Binance memperkuat dukungannya terhadap ekosistem Ripple sekaligus memberikan akses lebih mudah bagi jutaan pengguna untuk trading stablecoin yang dijamin 1:1 oleh dolar AS. Berikut detail listing RLUSD di Binance, manfaatnya bagi ekosistem Ripple, dampak ke harga XRP & pasar, serta hal penting yang perlu diketahui trader Indonesia.
Detail Listing RLUSD di Binance
Binance mengumumkan beberapa poin utama:
- Pasangan trading RLUSD/USDT, RLUSD/BTC, dan RLUSD/BNB sudah tersedia sejak 10 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
- Deposit RLUSD sudah dibuka, sedangkan withdrawal menyusul setelah stabilitas pasar terkonfirmasi
- RLUSD beroperasi di jaringan XRPL dengan biaya transaksi sangat rendah dan settlement cepat (3–5 detik)
- Stablecoin ini dijamin 1:1 oleh cadangan dolar AS serta aset likuid lainnya, dan diaudit bulanan oleh firma independen
Listing ini menjadikan RLUSD sebagai stablecoin ketiga yang didukung penuh oleh Binance setelah USDT dan FDUSD.
Manfaat Listing RLUSD bagi Ekosistem Ripple & XRP
Langkah Binance memberikan dampak positif langsung:
- Likuiditas RLUSD meningkat signifikan di pasar global
- Pengguna Binance dapat dengan mudah bridging aset ke XRPL tanpa harus pindah exchange
- RLUSD semakin mudah digunakan untuk pembayaran lintas batas melalui RippleNet dan ODL
- Volume transaksi di jaringan XRP Ledger berpotensi naik tajam
- Ripple Labs mendapat sinyal kuat bahwa stablecoin-nya diterima oleh pemain besar kripto
Ripple Labs menyambut baik keputusan ini: “Kami senang RLUSD kini bisa diakses oleh jutaan pengguna Binance. Ini langkah besar menuju adopsi massal stablecoin kami.”
Dampak ke Harga XRP & Sentimen Pasar
- Harga XRP sempat naik 4–6% dalam 24 jam setelah pengumuman listing
- Volume trading XRP di Binance melonjak signifikan
- Sentimen komunitas berubah positif; Fear & Greed Index untuk XRP naik ke zona Greed
- Di Indonesia, volume XRP/USDT di exchange lokal seperti Indodax dan Tokocrypto juga meningkat tajam
Banyak trader ritel melihat momen ini sebagai katalisator potensi rally XRP jangka pendek, terutama jika RLUSD mulai digunakan secara luas di DeFi dan remittance.
Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek
Analis CryptoQuant menyatakan: “Listing RLUSD di Binance adalah langkah besar untuk adopsi XRPL. Jika volume RLUSD terus naik, XRP bisa menjadi salah satu altcoin outperform di siklus ini.”
CoinBureau menambahkan: “Ini bukan sekadar listing biasa. RLUSD memberikan utilitas nyata ke XRP Ledger, dan Binance sebagai pintu masuk utama akan mempercepat pertumbuhan ekosistem Ripple.”
Strategi Investor Menghadapi Momentum RLUSD
Investor dapat mempertimbangkan langkah berikut:
- Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA) pada XRP di zona support saat ini
- Pantau volume RLUSD di Binance dan XRPL untuk sinyal bullish lebih lanjut
- Diversifikasi — jangan all-in XRP; kombinasikan dengan BTC dan stablecoin yield
- Hindari FOMO — listing sering memicu pump sementara, tapi fundamental tetap kunci
- Manfaatkan RLUSD untuk bridging ke XRPL jika ingin ikut ekosistem Ripple
RLUSD Hadir di Binance – Langkah Besar bagi Ekosistem Ripple & XRP
Listing RLUSD di Binance bukan sekadar penambahan aset baru, melainkan penguatan nyata ekosistem Ripple di pasar kripto global. Dengan akses mudah dari platform terbesar dunia, RLUSD berpotensi mempercepat adopsi pembayaran cross-border berbasis XRP Ledger.
Binance hadirkan RLUSD di jaringan XRP—stablecoin Ripple kini lebih mudah diakses & diperdagangkan!




