Barcelona Vs Real Madrid Sengit Los Cules Juara Piala Super Spanyol

Barcelona Vs Real Madrid

Halo Jakarta – Barcelona berhasil mempertahankan gelar juara Piala Super Spanyol (Supercopa de España) 2025/26 setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor dramatis 3-2 dalam laga final yang berlangsung sangat sengit di Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu malam 11 Januari 2026 WIB. Gol-gol dari Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Pedri memastikan kemenangan Los Cules, sementara Madrid sempat membalas lewat brace Kylian Mbappé. Pertandingan ini menjadi final Supercopa paling ketat dalam beberapa tahun terakhir, dengan kedua tim saling serang habis-habisan hingga menit-menit akhir. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor sempurna Hansi Flick di final—kini 6 dari 6 final besar yang ia tangani. Apa kronologi gol, performa kunci pemain, komentar pelatih, serta dampak ke La Liga? Berikut ulasan lengkap.

Gol-Gol Dramatis yang Membuat Laga Ini Sangat Sengit

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dari kedua tim. Barcelona langsung unggul pada menit ke-14 melalui Robert Lewandowski. Striker Polandia itu menerima umpan terobosan dari Pedri, lalu melewati dua bek Madrid sebelum mengecoh Thibaut Courtois dengan tembakan kaki kiri yang akurat—1-0. Gol ini langsung membuat Los Blancos tertekan.

Bacaan Lainnya

Real Madrid membalas cepat. Pada menit ke-29, Kylian Mbappé menyamakan kedudukan dengan tendangan voli indah setelah menerima umpan silang dari Vinicius Junior—1-1. Gol ini menjadi gol pertama Mbappé di final Supercopa bersama Madrid. Babak pertama berakhir imbang 1-1 dengan kedua tim sama-sama menciptakan 6 peluang berbahaya.

Babak kedua menjadi milik Barcelona. Pada menit ke-52, Lamine Yamal mencetak gol indah dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Beckham Putra—2-1. Gol ini menjadi momen spesial karena Yamal baru berusia 18 tahun dan langsung jadi penentu. Madrid kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui Kylian Mbappé yang memanfaatkan kesalahan lini belakang Barcelona—2-2.

Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-83. Pedri mencetak gol kemenangan dengan tendangan first-time dari luar kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Lewandowski—3-2. Gol ini memastikan Barcelona juara Supercopa untuk ketiga kalinya berturut-turut di era Flick. Madrid berusaha menyamakan kedudukan hingga menit akhir, tapi pertahanan Barcelona yang dikawal Ronald Araujo dan Jules Koundé tampil sangat disiplin.

Performa Pemain Kunci yang Menentukan Kemenangan Barcelona

Robert Lewandowski kembali jadi mesin gol dengan 1 gol dan 1 assist. Striker Polandia ini mencatat 4 tembakan on target dan memenangkan 7 duel udara. Lamine Yamal tampil luar biasa dengan 1 gol, 3 dribel sukses, dan rating 9.2. Pedri menjadi otak serangan dengan 1 gol, 5 key passes, dan 93 persen akurasi umpan.

Di lini belakang, Ronald Araujo dan Jules Koundé tampil sangat solid dengan 8 tekel sukses gabungan. Ter Stegen selamatkan 3 tembakan berbahaya dari Madrid. Di kubu Madrid, Kylian Mbappé cetak brace dan rating 8.8, tapi tim secara keseluruhan kalah kelas di babak kedua.

Komentar Pelatih yang Penuh Makna

Hansi Flick sangat puas dengan performa timnya. “Kami main dengan karakter juara. Tertinggal, menyamakan, lalu menang di menit akhir—ini mentalitas Barcelona. Rekor final saya tetap sempurna,” kata Flick di konferensi pers pasca-laga. Ia juga memuji Pedri dan Yamal sebagai masa depan klub.

Carlo Ancelotti mengakui keunggulan Barcelona. “Kami bermain bagus, tapi Barcelona lebih klinis hari ini. Kami akan evaluasi dan kembali lebih kuat di La Liga,” ujar Ancelotti. Ia menambahkan bahwa kekalahan ini jadi pelajaran berharga untuk timnya.

Dampak Kemenangan ke Klasemen dan Semangat Tim

Kemenangan ini memperlebar jarak Barcelona di puncak klasemen La Liga menjadi 6 poin dari Real Madrid. Blaugrana kini mengoleksi 42 poin dari 19 laga, sementara Madrid 36 poin. Ini juga menjadi gelar Supercopa ketiga berturut-turut untuk Barcelona di era Flick—bukti dominasi mereka di Spanyol.

Semangat tim sangat tinggi. Robert Lewandowski bilang, “Ini kemenangan untuk fans. Kami tunjukkan bahwa kami tim terbaik di Spanyol saat ini.” Fans Barcelona yang hadir di Riyadh langsung merayakan dengan nyanyian dan koreografi besar.

Analisis Taktik Kedua Pelatih

Hansi Flick menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan pressing tinggi dan transisi cepat. Ini membuat Madrid kesulitan membangun serangan dari belakang. Setelah tertinggal, Flick tetap tenang dan memanfaatkan kelemahan Madrid di sisi sayap. Taktik ini sangat efektif karena Madrid kehilangan ritme setelah kebobolan kedua.

Carlo Ancelotti memilih 4-3-3 dengan fokus serangan balik melalui kecepatan Mbappé dan Vinicius. Namun setelah tertinggal 2-1, ia coba menyerang lebih terbuka tapi malah kebobolan lagi. Kartu kuning yang diterima beberapa pemain membuat Madrid bermain hati-hati di babak akhir.

Reaksi Suporter dan Media

Fans Barcelona di Riyadh dan seluruh dunia merayakan kemenangan ini dengan gembira. Tagar #BarcaJuara dan #ElClasico2026 langsung trending di X. Media Spanyol seperti Marca dan AS memuji performa Barcelona. “Barcelona tampil seperti tim juara sejati,” tulis Marca. Sementara itu, media pendukung Madrid seperti AS menyebut kekalahan ini sebagai “pelajaran pahit”.

Kemenangan 3-2 ini jadi bukti Barcelona semakin matang di bawah Flick. Laga El Clasico final kali ini akan dikenang sebagai salah satu final Supercopa paling sengit dalam sejarah.

Barcelona tunjukkan kelasnya. Kemenangan ini jadi modal besar menuju gelar La Liga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *