Halo Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir akhirnya angkat bicara setelah resmi ditetapkan sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2025–2030. Dalam pernyataan emosionalnya pada 24 Januari 2026, Adies mengaku “agak sedih” harus meninggalkan kursi legislatif yang sudah ia tempati selama dua periode, namun ia menyatakan ikhlas menerima amanah baru ini sebagai panggilan negara. Penetapan ini langsung menjadi sorotan karena Adies dikenal sebagai politisi Golkar yang vokal dan dekat dengan rakyat. Berikut pernyataan lengkap Adies, latar belakang penetapan, reaksi publik, serta implikasi bagi DPR dan MK ke depan.
Pernyataan Emosional Adies: “Agak Sedih, Tapi Ini Amanah Negara”
Adies Kadir menyampaikan perasaan campur aduk dalam wawancara eksklusif dengan media nasional. “Saya agak sedih harus meninggalkan DPR yang sudah menjadi rumah kedua selama ini. Di sini saya belajar banyak tentang aspirasi rakyat. Tapi saya ikhlas menerima amanah baru sebagai Hakim MK. Ini panggilan negara yang harus saya jalani dengan sebaik-baiknya,” ujar Adies dengan nada haru.
Ia juga berterima kasih kepada fraksi Golkar, pimpinan DPR, serta seluruh rakyat yang telah mendukungnya selama ini. “Terima kasih atas kepercayaan selama ini. Saya akan terus berjuang untuk keadilan dan konstitusi di posisi baru,” tambahnya.
Latar Belakang Penetapan Adies Kadir sebagai Hakim MK
Adies Kadir terpilih sebagai salah satu dari tujuh Hakim MK baru melalui mekanisme pemilihan DPR pada 22 Januari 2026. Ia bersaing dengan beberapa nama besar lainnya dan berhasil lolos dengan suara terbanyak di fraksi Golkar serta dukungan lintas fraksi. Penetapan ini resmi setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.
Adies dikenal sebagai politisi yang vokal dalam isu-isu konstitusi, hukum, dan hak asasi manusia selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Pengalaman panjangnya di legislatif dianggap menjadi nilai tambah untuk mengisi posisi hakim konstitusi.
Respons Publik & Media Sosial yang Hangat
Reaksi masyarakat terhadap penetapan Adies sangat beragam namun mayoritas positif. Banyak netizen memuji integritas dan pengalaman Adies: “Selamat Pak Adies! Dari DPR ke MK, semoga tetap konsisten membela rakyat.” Tagar #SelamatAdiesKadir dan #HakimMKAdies trending di X dengan ribuan tweet dukungan.
Namun ada juga kritik dari sebagian kalangan oposisi: “Apakah ini bagian dari akomodasi politik?” Meski demikian, mayoritas komentar memuji Adies sebagai figur yang relatif bersih dan dekat dengan rakyat.
Implikasi bagi DPR dan Mahkamah Konstitusi
Kepergian Adies dari DPR akan meninggalkan kekosongan di posisi Wakil Ketua DPR dari fraksi Golkar. Golkar diperkirakan segera mengusulkan pengganti dalam waktu dekat. Di sisi MK, kehadiran Adies diharapkan membawa angin segar dengan pengalaman legislatif yang kuat, terutama dalam menangani sengketa pemilu dan uji materi undang-undang.
Penetapan ini juga menunjukkan bahwa MK semakin diisi oleh figur-figur berpengalaman dari ranah politik, yang diharapkan bisa menjaga independensi lembaga.
Harapan dan Tantangan Adies Kadir di MK
Adies berharap dapat menjalankan tugas sebagai Hakim MK dengan integritas tinggi dan tetap dekat dengan aspirasi rakyat. Tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga independensi MK di tengah tahun politik yang semakin dekat, serta memastikan putusan-putusan MK tetap berpihak pada konstitusi dan keadilan.
Bupati Jember tegas: mutasi ASN murni kinerja, bukan politik!
Pemprov DKI imbau WFH karena cuaca ekstrem—keselamatan prioritas.
Adies Kadir resmi jadi Hakim MK—dari DPR ke Mahkamah Konstitusi, amanah baru bagi politisi vokal ini!




