Halo Jakarta – RSPAD Gatot Subroto menjadi tempat bersejarah pada 28 Februari 2026. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara penyerahan jenazah secara resmi kepada negara. Upacara ini menghormati almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-6 dan wafat pada 20 Februari 2026 di usia 90 tahun.
Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna. Pasukan kehormatan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU berbaris rapi. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada seorang pahlawan nasional. Lagu “Indonesia Raya” mengalun megah. Kemudian, doa bersama dan penghormatan militer mengakhiri rangkaian acara.
Panglima TNI Sampaikan Amanat Khidmat
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertindak sebagai inspektur upacara. Ia menyampaikan amanat yang menyentuh hati.
“Hari ini kita memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa. Jenderal Try Sutrisno adalah prajurit sejati. Ia mengabdi untuk NKRI hingga akhir hayatnya,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.
Selain itu, ia menekankan nilai pengabdian yang luar biasa. Try Sutrisno menunjukkan teladan disiplin dan cinta tanah air. Karena itu, upacara ini menjadi simbol kesinambungan nilai luhur TNI dari generasi ke generasi.
Jejak Karier dan Jasa Try Sutrisno
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 4 November 1935. Ia bergabung dengan TNI sejak masa revolusi fisik. Kariernya berjalan sangat cemerlang. Pertama, ia menjabat sebagai Komandan Kodam Brawijaya pada 1980-an. Kedua, ia menjadi Kepala Staf TNI AD dari tahun 1988 hingga 1993. Ketiga, ia menjabat Panglima ABRI pada 1993. Akhirnya, ia mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
Selama menjabat, Try Sutrisno aktif membangun negara. Ia menjaga stabilitas politik di masa Orde Baru. Selain itu, ia selalu menunjukkan sikap tegas, disiplin, dan rendah hati. Oleh karena itu, wafatnya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, TNI, dan seluruh bangsa.
Penghormatan Nasional dan Pemakaman
Pemerintah RI menetapkan masa berkabung nasional. Banyak pejabat tinggi negara hadir memberikan penghormatan terakhir. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Bangsa Indonesia kehilangan seorang putra terbaik. Jenderal Try Sutrisno adalah teladan prajurit dan pemimpin yang mengabdi tanpa pamrih,” kata Presiden Prabowo.
Setelah upacara penyerahan, jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Upacara pemakaman berlangsung dengan penuh kehormatan militer. Ribuan pelayat memadati lokasi pemakaman. Hal ini membuktikan betapa dicintainya sosok Try Sutrisno oleh masyarakat.
Makna Besar Upacara Ini bagi Bangsa
Upacara ini bukan sekadar ritual formal. Upacara ini menjadi simbol penghormatan negara kepada prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk NKRI. Di tengah dinamika zaman, sosok seperti Try Sutrisno mengingatkan kita pada nilai pengabdian, disiplin, dan cinta tanah air.
Momen ini juga memperkuat solidaritas TNI dan bangsa. Panglima TNI memimpin upacara dengan penuh khidmat. Ia menunjukkan kesinambungan nilai luhur TNI dari generasi ke generasi. Indonesia kehilangan seorang pahlawan. Namun, warisan dan teladan Try Sutrisno akan terus hidup di hati setiap prajurit dan warga negara.
Semoga almarhum husnul khatimah. Semoga keluarga diberi ketabahan. Mari kita jaga ingatan akan jasa-jasa para pahlawan bangsa.
Bagikan doa dan penghormatan Anda di kolom komentar. Mari kita hormati jasa para pahlawan dengan tindakan nyata.




