Halo Jakarta – Banyak orang tergiur harga mobil bekas yang murah. Namun, mereka sering menyesal karena membeli mobil bekas tabrakan berat. Penjual biasanya menyembunyikan kerusakan dengan cat ulang rapi dan body filler tebal. Akibatnya, pembeli rugi besar. Biaya perbaikan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Selain itu, mobil berisiko kecelakaan karena sasis bengkok.
Artikel ini membantu Anda mendeteksi mobil bekas tabrakan berat secara mandiri. Anda bisa memeriksa sasis, frame, panel bodi, cat, serta alignment. Lakukan langkah-langkah ini sebelum membeli. Dengan demikian, Anda terhindar dari kerugian besar dan bahaya di jalan.
1. Periksa Sasis & Frame – Bagian Paling Penting
Sasis dan frame merupakan tulang punggung mobil. Jika sasis bengkok atau pernah dilas, mobil tidak akan pernah kembali normal. Oleh karena itu, periksa bagian bawah mobil dengan teliti.
Cara deteksi sederhana:
- Pertama, dongkrak mobil atau gunakan pit. Kemudian, lihat sasis secara langsung.
- Cari bekas las, retak, atau perbedaan warna cat di area sasis.
- Periksa garis las pabrik di bawah mobil. Jika ada las baru atau tambalan plat, waspadai.
- Ukur jarak antar titik mounting suspensi. Bandingkan depan-belakang serta kiri-kanan. Jika tidak simetris, sasis kemungkinan bengkok.
“Jika sasis pernah diluruskan atau diganti sebagian, alignment mobil tidak akan pernah sempurna. Mobil akan selalu menarik ke satu sisi. Ban juga cepat aus,” kata mekanik senior di bengkel body repair.
2. Cek Panel Bodi & Celah Pintu – Tanda Kerusakan yang Disembunyikan
Panel bodi yang pernah penyok parah biasanya diperbaiki dengan body filler tebal. Selain itu, penjual sering melakukan cat ulang untuk menyamarkan kerusakan.
Cara deteksi:
- Gunakan magnet kecil. Jika magnet tidak menempel kuat di beberapa bagian, itu berarti ada body filler tebal.
- Perhatikan celah pintu, kap mesin, dan bagasi. Jika celah tidak rata atau berbeda kiri-kanan, bodi kemungkinan pernah dibongkar.
- Cek baut-baut panel di kap mesin, pintu, dan fender. Jika baut sudah diganti atau ada bekas obeng paksa, itu tanda pernah dibuka karena tabrakan.
3. Deteksi Cat Ulang & Perbaikan Body
Cat ulang sempurna sering digunakan untuk menyembunyikan kerusakan besar. Namun, Anda bisa mendeteksi dengan mudah.
Cara cek cat ulang:
- Gunakan lampu senter miring. Cari perbedaan tekstur cat atau debu cat (orange peel) yang tidak seragam.
- Periksa ruang mesin dan bagasi. Cat asli pabrik biasanya kasar dan ada overspray kecil. Jika terlalu rapi dan mengkilap, kemungkinan di cat ulang.
- Cek stiker servis dan label pabrik di pintu. Jika hilang atau diganti, itu tanda pernah dibongkar total.
4. Tes Alignment & Suspensi – Bukti Fisik Kerusakan Sasis
Setelah pemeriksaan visual, lakukan tes jalan untuk memastikan. Bawa mobil ke jalan lurus dan lepas setir sebentar.
Ciri-ciri masalah alignment:
- Mobil menarik ke satu sisi → sasis bengkok atau alignment rusak.
- Ban aus tidak rata (terutama di bagian dalam/luar) → alignment bermasalah karena frame bengkok.
- Getaran di setir pada kecepatan tinggi → kemungkinan velg bengkok atau sasis tidak lurus.
Lebih lanjut, bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk cek alignment 3D. Jika hasilnya tidak bisa disetel sempurna, hampir pasti sasis pernah bengkok.
5. Tips Tambahan Agar Tidak Tertipu
- Selalu cek riwayat servis di bengkel resmi melalui nomor rangka atau aplikasi.
- Hindari mobil bekas dengan harga terlalu murah dibandingkan pasaran.
- Gunakan jasa inspeksi mobil bekas profesional. Biayanya sekitar Rp 500.000–1 juta. Biaya ini jauh lebih murah daripada rugi ratusan juta nantinya.
- Jangan percaya kata-kata penjual. Percaya mata dan alat Anda sendiri.
Mobil bekas tabrakan berat bukan hanya masalah estetika. Ini menyangkut keselamatan nyawa Anda dan keluarga. Sasis bengkok bisa menyebabkan mobil oleng tiba-tiba saat ngebut atau rem mendadak. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan teliti sebelum membeli.
Sudah pernah hampir tertipu mobil bekas tabrakan? Atau punya tips deteksi lain yang efektif? Share pengalaman Anda di kolom komentar. Mari saling melindungi dari jebakan mobil bekas!




