Halo Jakarta – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Beberapa sumber intelijen Barat dan media AS melaporkan bahwa Washington sedang mempersiapkan serangan militer terhadap target-target di Iran pada akhir pekan ini (sekitar 21–23 Februari 2026). Kabar ini muncul setelah serangkaian provokasi dan ancaman balasan dari kedua belah pihak. Berikut kronologi terkini, pernyataan pejabat AS & Iran, respons internasional, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan harga minyak dunia.
Kronologi Ketegangan AS-Iran yang Makin Memanas
Beberapa peristiwa kunci dalam beberapa hari terakhir:
- Serangan drone AS terhadap target pro-Iran di Suriah dan Irak (minggu lalu)
- Iran membalas dengan ancaman “respons tegas” dan demonstrasi kekuatan militer di Selat Hormuz
- AS meningkatkan kehadiran militer di Teluk Persia dengan mengirim kapal induk tambahan
- Laporan intelijen: AS telah menyiapkan target spesifik di Iran (fasilitas nuklir & pangkalan IRGC) untuk serangan presisi pada akhir pekan
- Presiden Trump melalui pernyataan di Truth Social: “Iran harus tahu konsekuensi jika terus mengganggu kepentingan AS dan sekutu kami”
Sumber-sumber anonim di Pentagon dan CIA menyebut persiapan sudah mencapai tahap akhir.
Pernyataan Pejabat AS & Iran
Juru bicara Departemen Pertahanan AS menyatakan:
- “Kami tidak akan mengomentari operasi militer yang sedang berlangsung atau potensi operasi di masa depan.”
- “AS tetap siap melindungi kepentingan nasional dan sekutu di kawasan.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan:
- “Setiap agresi terhadap Iran akan mendapat respons yang keras dan tidak proporsional.”
- “Kami tidak takut ancaman AS dan siap membela diri dengan segala cara.”
Iran juga menggelar latihan militer besar-besaran di Teluk Persia sebagai peringatan.
Respons Internasional & Dampak Global
- Israel menyatakan dukungan penuh terhadap “tindakan preventif AS”
- Uni Eropa & PBB meminta de-eskalasi dan dialog
- China & Rusia mengecam potensi serangan AS sebagai “agresi ilegal”
- Harga minyak Brent langsung melonjak lebih dari 4% ke kisaran USD 88–90 per barel karena kekhawatiran penutupan Selat Hormuz
Di Indonesia, Kementerian Luar Negeri memantau situasi dan mengimbau WNI di kawasan Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan.
Ketegangan AS-Iran Makin Memanas – Serangan Akhir Pekan Semakin Dekat?
Laporan bahwa AS siap menyerang Iran pada akhir pekan ini semakin mempertegas ketegangan di Timur Tengah. Jika benar terjadi, dampaknya tidak hanya bagi kawasan, tapi juga stabilitas energi global dan harga minyak dunia. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Washington dan Teheran.
Semakin memanas! AS disebut siap serang Iran pada akhir pekan – ketegangan Timur Tengah makin memuncak!




