Transaksi Kejahatan Kripto Melonjak 145% di 2025! Riset Terbaru Ungkap Angka Fantastis

Transaksi Kejahatan Kripto Melonjak 145% di 2025!

Halo Jakarta – Riset terbaru dari Chainalysis dan TRM Labs mengungkap fakta mencengangkan: volume transaksi terkait kejahatan kripto global melonjak 145% sepanjang tahun 2025 dibandingkan 2024. Total nilai transaksi ilegal mencapai USD 24,2 miliar (setara Rp 351 triliun dengan kurs Rp 14.500/USD) — angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Indonesia sendiri masuk dalam lima besar negara di Asia Tenggara dengan aktivitas kejahatan kripto paling signifikan. Berikut detail riset, jenis kejahatan dominan, dampak ke pasar, serta langkah pencegahan yang harus dilakukan investor ritel.

Lonjakan 145%: Riset Chainalysis & TRM Labs 2025

Laporan “2026 Crypto Crime Report” yang dirilis Chainalysis pada 24 Januari 2026 menunjukkan:

Bacaan Lainnya
  • Total volume transaksi kejahatan kripto naik 145% dari tahun sebelumnya
  • Nilai absolut mencapai USD 24,2 miliar — rekor tertinggi sejak 2022
  • 68% dana hasil kejahatan dicuci melalui mixer dan chain privacy
  • Asia Tenggara (termasuk Indonesia) menyumbang 22% dari total aktivitas ilegal global
  • Indonesia catat kenaikan transaksi pencucian kripto hingga 180% YoY

TRM Labs juga melaporkan hal serupa: “Tahun 2025 adalah tahun paling brutal bagi keamanan kripto sejak boom 2021. Penjahat semakin canggih dan sulit dilacak.”

Jenis Kejahatan Kripto yang Paling Dominan di 2025

Beberapa jenis kejahatan yang paling banyak menyumbang lonjakan:

  • Rug Pull & Exit Scam — 38% dari total (terutama memecoin di Solana & Base)
  • Phishing & Wallet Drainer — 25% (link palsu via Telegram & Discord)
  • Exploit Smart Contract & Bridge — 18% (kerugian terbesar dari hack DeFi)
  • Pencucian Uang melalui OTC & P2P Ilegal — 12%
  • Pig Butchering Scam — 7% (penipuan romansa yang targetkan investor ritel)

Indonesia paling banyak jadi korban phishing dan pig butchering karena tingginya jumlah investor muda dengan literasi keamanan masih rendah.

Dampak ke Pasar Kripto & Investor Ritel Indonesia

Lonjakan kejahatan ini sempat menekan sentimen pasar:

  • Bitcoin koreksi 4–6% di awal Januari 2026 karena berita negatif
  • Altcoin seperti Solana dan memecoin anjlok hingga 15–20%
  • Total kapitalisasi pasar kripto sempat turun USD 180 miliar dalam seminggu

Di Indonesia, Bappebti catat laporan penipuan kripto naik 210% dibandingkan 2024. Rata-rata kerugian per korban Rp 80–500 juta.

Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan Investor

Agar tidak jadi korban berikutnya, lakukan ini:

  • Gunakan hardware wallet (Ledger/Trezor) untuk simpan aset besar
  • Aktifkan 2FA, anti-phishing code, dan withdrawal whitelist di exchange
  • Verifikasi alamat wallet 3 kali sebelum kirim dana
  • Hindari klik link DM atau ikut giveaway mencurigakan
  • Gunakan exchange berizin Bappebti (Tokocrypto, Indodax, Pintu, Reku)
  • Laporkan penipuan ke Bappebti/OJK jika menjadi korban

Edukasi dan kehati-hatian adalah kunci utama di tengah lonjakan kejahatan kripto.

Rp 351 Triliun Raib – Saatnya Lebih Waspada & Edukasi Diri

Riset Chainalysis menunjukkan transaksi kejahatan kripto melonjak 145% di 2025—total Rp 351 triliun hilang secara global. Indonesia jadi salah satu korban terbesar di Asia Tenggara. Namun ini juga momentum untuk tingkatkan regulasi, edukasi, dan keamanan agar kripto tetap jadi instrumen investasi yang aman.

Transaksi kejahatan kripto tembus Rp 351 triliun di 2025—rekor tertinggi sepanjang sejarah!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *