Halo Jakarta – Banjir besar yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak awal Januari 2026 membuat ribuan motor terendam air. Banyak pemilik motor panik karena khawatir mesin langsung “turun” alias rusak parah. Tapi tenang, motor kena banjir tidak selalu berakhir mahal di bengkel—asalkan ditangani dengan cepat dan benar. Berikut panduan lengkap cara selamatkan motor kena banjir agar tetap aman, mesin awet, dan siap dipakai lagi setelah surut.
Langkah Pertama yang Harus Dilakukan Segera Setelah Motor Kena Banjir
Begitu motor keluar dari genangan, jangan langsung nyalakan mesin! Langkah pertama sangat krusial untuk mencegah kerusakan lebih parah:
- Matikan mesin segera dan dorong motor ke tempat kering & tinggi
- Lepas kunci kontak dan cabut aki (jika bisa) untuk hindari korsleting
- Angkat bagian depan motor (gunakan standar tengah) agar air di knalpot & karburator/injeksi keluar
Jika motor masih hidup saat terendam, matikan secepat mungkin. Menyalakan mesin saat air masuk bisa bikin air masuk ke ruang bakar, piston bergerak, lalu piston menekan air yang tidak bisa dikompresi—akibatnya batang piston bengkok atau blok mesin pecah (turun mesin).
Cara Cek & Bersihkan Air di Sistem Mesin & Komponen Vital
Setelah motor di tempat aman, lakukan pemeriksaan awal:
- Knalpot – Miringkan motor agar air keluar dari knalpot. Jika banyak air keluar, jangan nyalakan mesin dulu
- Filter Udara – Buka kotak filter udara. Jika basah atau kotor lumpur, ganti atau keringkan dulu
- Busi – Lepas busi, bersihkan, lalu putar starter manual agar air keluar dari ruang bakar
- Oli Mesin – Cek oli melalui dipstick. Jika oli berwarna susu (campur air), ganti oli segera
- Aki – Lepas terminal aki, bersihkan, dan keringkan. Jika terendam dalam, kemungkinan besar aki rusak
Jangan pernah nyalakan mesin sebelum langkah ini selesai!
Proses Pengeringan & Pembersihan yang Harus Dilakukan
Setelah cek awal, lakukan pengeringan menyeluruh:
- Keringkan Mesin – Gunakan kompresor angin atau hair dryer (suhu rendah) untuk keringkan area busi, filter udara, dan bagian elektronik
- Ganti Oli Mesin & Filter Oli – Wajib ganti jika oli campur air. Gunakan oli grade yang direkomendasikan pabrikan
- Bersihkan Karburator/Injeksi – Jika karburator, bersihkan dengan carb cleaner. Jika injeksi, bawa ke bengkel resmi
- Cek Sistem Kelistrikan – Periksa kabel, spul, CDI, dan ECU. Jika terendam dalam, kemungkinan besar harus diganti
- Ganti Kampas Rem & Oli Rem – Air banjir sering bikin kampas rem lembek dan oli rem terkontaminasi
Proses ini bisa dilakukan sendiri jika kamu paham mekanik dasar. Tapi jika ragu, sebaiknya bawa langsung ke bengkel resmi.
Tips Pencegahan Agar Motor Tidak Rusak Parah Saat Kena Banjir
Agar tidak repot di kemudian hari, lakukan pencegahan berikut:
- Hindari melintasi genangan dalam (>30 cm) jika memungkinkan
- Jika terpaksa lewati banjir, matikan mesin dan dorong motor
- Pasang snorkel sederhana pada knalpot dan intake filter udara
- Selalu bawa kain kering dan kantong plastik untuk lindungi bagian elektronik
- Parkir motor di tempat tinggi saat musim hujan
Pencegahan selalu lebih murah daripada perbaikan.
Motor Kena Banjir Bisa Diselamatkan Jika Cepat Ditangani
Jangan panik jika motor kena banjir. Yang paling penting adalah JANGAN NYALAKAN MESIN sebelum air benar-benar keluar dan komponen kering. Dengan langkah cepat dan benar, motor bisa kembali normal tanpa harus turun mesin. Banjir memang musuh motor, tapi dengan penanganan tepat, motor kesayangan tetap bisa bertahan lama.
Motor kena banjir bukan akhir dunia—selamatkan dengan cepat!




