Exit Tol Rawa Buaya Jakbar Ditutup Sementara, Dishub Langsung Ungkap Alasan & Jadwal Baru

Exit Tol Rawa Buaya Jakbar Ditutup

Halo Jakarta – Dishub DKI Jakarta resmi tutup sementara exit Tol Rawa Buaya di Jakarta Barat mulai 13 Januari 2026. Kebijakan ini langsung viral karena banyak pengguna tol mengira ulah “Pak Ogah” setelah melihat rantai dan barrier menghalangi pintu keluar. Namun Dishub langsung meluruskan: ini keputusan resmi untuk mengatasi kemacetan parah di Jalan Outer Ring Road. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah turun langsung ke lokasi dan konfirmasi bahwa penutupan ini bagian dari manajemen lalu lintas terukur. Dishub juga segera evaluasi dan ubah jadwal agar lebih efektif. Berikut kronologi lengkap, alasan resmi, dampak lalu lintas, rute alternatif, serta update terbaru.

Kronologi Penutupan yang Langsung Bikin Ramai di Medsos

Dishub mulai terapkan penutupan exit tol ini pada jam sibuk pagi hari, yaitu pukul 06.00–11.00 WIB setiap hari kerja. Pengguna tol yang keluar di Rawa Buaya langsung tumpah ke Jalan Outer Ring Road dan menyebabkan kemacetan panjang hingga 3–4 km. Petugas Sudin Perhubungan Jakarta Barat pasang rantai dan water barrier resmi sebagai alat pembatas.

Bacaan Lainnya

Video warga yang merekam situasi ini cepat menyebar di TikTok dan X. Dalam waktu singkat, video tersebut ditonton jutaan kali. Banyak netizen langsung berkomentar, “Pak Ogah lagi nih?” atau “Akhirnya ditutup juga!”.

Pada Jumat 16 Januari 2026, Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah tinjau langsung lokasi. Ia konfirmasi bahwa rantai dan barrier itu memang aset resmi Sudinhub. “Ini prosedur resmi untuk kelola lalu lintas,” katanya. Dishub DKI kemudian koordinasi dan umumkan evaluasi jadwal penutupan. Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo menyatakan, “Kami ubah jadwal jadi pukul 07.00–10.00 WIB agar lebih efektif dan tidak terlalu mengganggu pengguna tol.”

Penutupan ini sebenarnya bukan pertama kali. Dishub sudah terapkan sejak akhir 2025 untuk mengurangi beban Outer Ring Road.

Alasan Resmi Dishub Tutup Exit Tol Rawa Buaya

Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo jelaskan penyebab utama penutupan. “Exit tol ini menyebabkan kemacetan parah di Jalan Outer Ring Road saat jam sibuk pagi. Kendaraan keluar tol langsung tumpah ke jalan arteri dan menciptakan kemacetan berulang,” ujarnya.

Exit tol ini menjadi sumber kepadatan karena volume kendaraan sangat tinggi dari tol dalam kota menuju Jakarta Barat. Penutupan sementara dengan rantai, barrier, dan kendaraan Dishub bertujuan mencegah kemacetan berulang. Sudinhub Jakbar yang operasionalkan langsung awasi pelaksanaannya. Iin Mutmainnah konfirmasi, “Rantai dan barrier milik Sudinhub. Kami minimalkan gangguan dari pihak luar seperti ‘Pak Ogah’ dengan pengawasan ketat.”

Enam ‘Pak Ogah’ sempat ditangkap setelah exit dibuka sementara. Ini jadi pengingat bahwa penutupan resmi butuh pengawasan ekstra agar efektif.

Dampak Penutupan ke Lalu Lintas Pengguna Tol

Penutupan exit tol ini ubah pola perjalanan pengguna. Pengguna tol dalam kota kini wajib keluar di exit alternatif seperti Kebon Jeruk atau Slipi. Langkah ini kurangi kemacetan Outer Ring Road hingga 40 persen, tapi tambah beban di exit lain. Dishub catat kemacetan turun 30 persen di kawasan Rawa Buaya sejak penutupan diterapkan.

Beberapa pengguna tol protes karena tambah jarak tempuh 5–10 km. Namun Dishub bilang manfaat lebih besar: lalu lintas arteri menjadi lebih lancar dan waktu tempuh rata-rata berkurang 20 menit.

Rute Alternatif dan Jadwal Penutupan Terbaru

Dishub berikan rute alternatif yang jelas:

  • Dari tol dalam kota ke arah barat: keluar di Slipi atau Grogol
  • Ke arah timur: keluar di Tomang atau Gunung Sahari

Jadwal penutupan terbaru berlaku pukul 07.00–10.00 WIB hari kerja (Senin–Jumat). Pengguna tol disarankan pakai aplikasi ETLE atau Waze untuk cek kondisi lalu lintas real-time.

Update Terbaru dan Pengawasan Ketat dari Dishub

Sudinhub Jakbar perketat pengawasan dengan pasang kendaraan dinas dan barrier permanen. Mereka tangkap enam ‘Pak Ogah’ yang sempat membuka penutupan. “Kami minimalkan gangguan dari pihak luar,” kata Iin Mutmainnah.

Dishub DKI evaluasi bulanan. Jika lalu lintas stabil, jadwal penutupan bisa disesuaikan lagi. Syafrin Liputo bilang, “Manajemen lalu lintas bersifat dinamis. Kami terus dengar masukan pengguna tol.”

Pelajaran dan Dampak Jangka Panjang

Penutupan ini tunjukkan Dishub proaktif atasi kemacetan. Dampak positifnya jelas: lalu lintas arteri lebih lancar dan waktu tempuh rata-rata berkurang 20 menit. Jangka panjang, Dishub rencana bangun flyover baru di Rawa Buaya untuk solusi permanen.

Pengguna tol belajar pakai rute alternatif dan aplikasi navigasi. Ini jadi langkah maju dalam kelola lalu lintas Jakarta yang super padat.

Exit Tol Rawa Buaya ditutup resmi demi lalu lintas lancar. Dishub janji evaluasi berkala dan pengawasan ketat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *