Tawuran Pecah di Manggarai Saat Tahun Baru Warga Saling Serang Pakai Petasan

Halo Jakarta – Tawuran antarwarga pecah di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, tepat saat pergantian tahun ke 2026 pada Rabu malam 31 Desember 2025 hingga Kamis dini hari 1 Januari 2026. Kelompok warga dari dua kampung saling serang pakai petasan, batu, dan kayu. Kejadian ini bikin panik warga sekitar dan ganggu perayaan Tahun Baru. Polisi langsung turun tangan, bubarkan massa, dan amankan puluhan orang. Ini jadi catatan kelam malam Tahun Baru di Jakarta, meski polisi sudah antisipasi kerawanan. Apa kronologi lengkap, penyebab, respons polisi, dan dampaknya? Berikut ulasan mendalam.

Kronologi Tawuran yang Mulai dari Petasan

Tawuran mulai sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Manggarai Utara, dekat Stasiun Manggarai. Dua kelompok warga dari kampung berbeda sudah kumpul sejak sore. Mereka rayakan Tahun Baru dengan nyalakan petasan besar. Awalnya cuma saling pamer kembang api. Tapi sekitar pukul 23.30 WIB, salah satu kelompok nyalakan petasan jenis “bom” yang bunyinya keras banget. Kelompok lawan anggap itu provokasi, langsung balas dengan petasan lebih besar. Situasi memanas cepat.

Bacaan Lainnya

Pukul 23.45 WIB, petasan sudah jadi senjata. Mereka lempar petasan hidup ke kelompok lawan. Ledakan keras bikin warga panik lari. Beberapa rumah kena getar, kaca pecah. Batu dan kayu mulai beterbangan. Anak-anak dan lansia menangis di rumah. Pukul 00.00 WIB, saat countdown Tahun Baru, tawuran puncak. Petasan meledak di mana-mana, asap pekat tutupi jalan. Warga rekam video dari balkon—langsung viral di medsos.

Polisi dari Polsek Tebet dan Polres Jakarta Selatan tiba pukul 00.15 WIB. Mereka pakai tameng dan gas air mata bubarkan massa. Pukul 01.00 WIB, situasi mulai kondusif. Polisi amankan 25 orang untuk pemeriksaan.

Penyebab Tawuran yang Berakar dari Persaingan Lama

Tawuran ini bukan pertama kali. Warga Manggarai punya sejarah persaingan antarkampung sejak 1990-an. Pemicu utama biasanya rebutan wilayah atau dendam lama. Malam Tahun Baru jadi ajang pamer kekuatan. Petasan yang seharusnya hiburan malah jadi senjata. Kapolsek Tebet AKP Budi Santoso bilang, “Ini persaingan lama yang muncul lagi saat momen ramai.” Ia tambah bahwa alkohol dan minuman keras juga picu emosi.

Warga sekitar bilang tawuran sering terjadi saat acara besar seperti Lebaran atau Tahun Baru. “Sudah tradisi buruk, tapi susah dihentikan,” kata Pak RT setempat.

Respons Polisi yang Cepat dan Tegas

Polisi sudah antisipasi kerawanan. Mereka pasang posko di Manggarai sejak sore. Tapi massa terlalu banyak, sekitar 200 orang dari dua kelompok. Saat tawuran pecah, polisi langsung kerahkan 50 personel dengan tameng antihuru-hara. Mereka pakai gas air mata dan tembakan peringatan ke udara. Pukul 01.00 WIB, massa bubar. Polisi sita ratusan petasan, batu, dan kayu.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi bilang, “Kami amankan 25 orang untuk pemeriksaan. Mereka dari dua kelompok.” Ia tambah bahwa polisi akan proses hukum pakai Pasal 170 KUHP tentang perusakan dan pengeroyokan. Sanksi penjara hingga 7 tahun.

Polisi juga razia pedagang petasan ilegal di sekitar Manggarai. Mereka sita 2 ton petasan dari pasar gelap.

Dampak Tawuran ke Warga dan Lingkungan

Tawuran ini bikin warga trauma. Beberapa rumah kena pecahan kaca, mobil penyok karena batu. Tiga warga luka ringan akibat terkena petasan. Rumah sakit terdekat laporkan lonjakan pasien sesak napas karena asap. Anak-anak takut tidur karena ledakan keras. Polusi suara dan udara naik drastis malam itu.

Ekonomi lokal terganggu. Pedagang kaki lima tutup lebih awal, takut rusuh. Transportasi seperti KRL di Stasiun Manggarai sempat delay karena kerumunan.

Upaya Pencegahan yang Sudah Dilakukan Polisi

Polisi sudah antisipasi sejak awal Desember. Mereka razia petasan ilegal dan pasang spanduk larangan tawuran. Posko kamtibmas dibangun di titik rawan. Tapi tradisi buruk ini susah dihilangkan. Kapolsek Tebet bilang, “Kami butuh dukungan RT/RW dan tokoh masyarakat untuk mediasi antarkelompok.”

Pemprov DKI juga gelar acara alternatif seperti konser di Monas untuk alihkan perhatian warga.

Pelajaran dari Tawuran Manggarai

Tawuran ini jadi pengingat bahwa tradisi buruk tak boleh dibiarkan. Petasan yang seharusnya hiburan malah jadi senjata. Polisi butuh pendekatan lebih lunak seperti mediasi dan edukasi. Warga harus sadar dampak ke anak dan lingkungan. Acara resmi ramah lingkungan bisa jadi solusi.

Tahun Baru seharusnya momen bahagia. Tawuran ini jadi catatan kelam yang harus diakhiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *